Kamis, 08 Mei 2008

Berita dari Paroki Blok Q







Sosialisasi CU Bererod Gratia


di Paroki Blok Q

Setelah disiapkan selama tiga minggu berturut-turut dengan membagikan flayer serta tulisan tentang Credit Union dan kesaksian anggota CU di Kalimantan Barat, akhirnya pada hari Minggu, 4 Mei 2008, di Gedung Loe Soekoto Paroki SP Maria Ratu Blok Q, dilangsungkanlah sosialisasi CU Bererod Gratia (CUBG). Sosialiasi ini merupakan Aksi Nyata Paskah 2008 yang hendak menawarkan jalan kepada umat untuk meningkatkan kesejahteraan dan solidaritas.
Sekitar 130 orang dari Paroki Blok Q dan paroki tetangga hadir dalam sosialisasi ini. Empatpuluh orang di antara sudah menjadi anggota CUBG sejak CU ini diperkenalkan di Blok Q pada awal 2007. Bapak Purwanto dan Harjono (Pengurus CUBG) dan Christine Tandibua (Manajer CUBG) hadir sebagai pembicara.
Dalam sambutan awal, Romo Sumarwan, SJ menempatkan gerak Credit Union dalam kerangka penghayatan iman. "Ketika membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, Allah menjanjikan tanah yang berlimpah susu dan madu!" demikian Romo Sumarwan menegaskan bahwa Allah menghendaki umat-Nya sejahtera. Ditambahkannya pula bahwa "Allah menghendaki umat-Nya, khususnya umat yang miskin, mempunyai hidup yang penuh dan melimpah." (Yoh 10:10) "Credit Union adalah salah satu usaha kita, bersama-sama dengan Allah, untuk mengubah nasib, mengupayakan agar kehendak Allah terlaksana," tandasnya.
Dengan tetap mengakui bahwa CU hanyalah satu cara di antara banyak usaha untuk membantu warga miskin meningkatkan kesejahteraan, Romo Sumarwan menampilkan sumbangan besar CU bagi peningkatan ekonomi kerakyatan. Dipaparkannya bahwa hingga akhir 2007 di Kalimantan telah berdiri lebih dari 40 CU dengan total anggota lebih dari 400 ribu orang. Angka ini hampir setara dengan keseluruhan umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang berjumlah 447 ribu orang (data 2004). Asset CU-CU tersebut, yang seluruhnya dikumpulkan dari anggota, telah mencapai Rp 2 trilyun lebih; Rp 1,7 trilyun di antaranya telah dipinjam oleh anggota sebagai modal untuk usaha dan peremajaan kebun karet, maupun untuk membiayai perbaikan rumah, menyekolahkan anak, membeli motor dan memenuhi kebutuhan lain.
Meskipun CUBG masih kalah jauh dibanding CU-CU besar di Kalimantan, Romo Sumarwan yakin akan potensi besar dalam CUBG: "Pada akhir Maret 2008 anggota CUBG baru 2.284 orang, tapi telah berhasil mengumpulkan asset Rp 18,1 milyar; Rp 14,3 milyar di antaranya telah dipinjam anggota. Jumlah ini melebihi total APP KAJ 2007 sebesar Rp 8 milyar yang dikumpulkan dari 60 paroki."
Bapak Purwanto menceritakan bahwa CUBG didirikan pada 15 Mei 2006, difasilitasi oleh KWI. "Bererod" diambil dari bahasa Betawi yang berarti beriringan, sementara "Gratia" diambil dari bahasa Latin, berarti rahmat. Melalui wadah CUBG para anggota berharap dapat secara bersama-sama memperoleh rahmat.
Tidak seperti CU di Jawa yang biasanya membatasi pelayannnya pada satu kawasan atau kelompok tertentu, CUBG memang dirancanang untuk menjadi besar. Dengan Kantor Pusat di KWI Jl Cikini II/10, CUBG kini telah mempunyai Tempat Pelayanan di Tanjung Priok, Tangerang, Pondok Kelapa, Bintaro, Duren Sawit, Kampung Sawah, Blok Q dan Pamulang. Wilayah Jawa Tengah, yaitu di Wedi dan Ambarawa, serta Yogyakarta (Babarsari) pun sudah mulai dirambah.
Bapak Purwanto menjelaskan seluk-beluk CUBG berserta keuntungan yang diperoleh anggota, misalnya seperti Balas Jasa Simpanan (BJS) Saham dan BJS Megapolitan yang tinggi sebesar 14% per tahun, tanpa potongan pajak dan biaya administrasi. Selain dapat meminjam maksimum tiga kali simpanan, anggota diikutkan asuransi jiwa lewat Jalinan BK3D Kalimantan tanpa harus membayar premi dengan klaim ahli waris sebesar simpanan (maksimum Rp 25 juta). Apabila seorang anggota meninggalkan atau mengalami kecelakaan sehingga tak mampu mengembalikan pinjaman, utangnya dilunasi oleh Jalinan juga. Yang tak kalah penting, menurut Pak Pur, anggota dididik untuk mengatur keuangan dengan cermat dan merencanakan masa depan.
Untuk memberi kesempatan bagi peserta mengajukan pertanyaan secara lebih leluasa, setelah paparan dari pengurus CUBG dan tanya jawab terbatas, perserta dibagi dalam kelompok. Masing-masing didampingi fasilitator. Sesi ini juga menjadi kesepatan bagi perserta untuk mendengarkan pengalaman para anggota CUBG. Pada akhir acara dibagikan formulir anggota. Sembilan belas orang langsung memutuskan menjadi anggota. Semoga banyak lagi yang menyusul. (Tony)

Sambutan Rm A. Sumarwan, SJ dalam sosialisasi CUBG di Blok Q:

CU dan Perutusanku
(Sumarwan, SJ)

Saudara-saudari yang terkasih, bahwa pada hari ini saya berdiri di hadapan Anda semua, untuk berbicara tentang Credit Union merupakan suatu kejutan tersendiri bagi saya. Saya tak pernah membayangkan diri akan menjadi seorang promotor CU yang fanatik seperti sekarang.
Saya sudah mengenal Credit Union sejak 90-an. Waktu itu bruder-bruder Budi Mulia merintis pendirian CU di desa saya Tengklik, Kedawung Jumapolo. Setelah sekian tahun berdiri, pada 2006 CU bernama Ngudi Raharja itu beranggotakan 1.397 orang dengan asset Rp 1,1 milyar lebih. Data ini saya peroleh ketika saya mempersiapkan tahbisan tahun lalu. Saya heran juga, desa sederhana seperti tempat saya dapat mengumpulkan dana sebesar itu. Sejak itu saya yakin bahwa CU merupakan sarana tepat bagi rakyat miskin untuk bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Ada keinginan pada diri saya untuk meneliti dan tahu lebih banyak tentang kiprah CU ini. Sayang, saya tak punya banyak kesempatan pulang ke desa. Ketika saya berangkat tugas di paroki Blok Q ini, keinginan itu belum kesampaian.
Dan inilah yang saya katakan sebagai kejutan. Di Paroki Blok Q ini Tuhan menjawab keinginan saya. Saya tidak hanya boleh tahu dan meneliti CU, tetapi dipanggil Tuhan untuk ikut mengembangkannya.
Mengapa saya berani mengatakan bahwa saya dipanggil Tuhan untuk mengembangkan CU di sini? Bagi saya pribadi, inti panggilan hidup sebagai murid Yesus adalah ikut serta dalam misi pembebasan-Nya. Kata-kata Yesus dalam Injil Lukas bab 4 selalu menjadi suluh bagi langkah pelayanan saya:
"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang." (4:18-19)
Adalah indah merenungkan bagaimana Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk terlibat, bagian per bagian, dalam karya pembebasan yang luas dan luhur itu. Tiga tahun terakhir Tuhan memberi kesempatan kepada saya untuk berjumpa dengan para korban pelanggaran HAM tahun 65, yaitu mereka yang dibuang, disingkirkan dan dideskriminasi karena dituduh sebagai anggota PKI. Mendengarkan mereka berkisah dan meneruskan kisah mereka, serta menemani mereka memperjuangkan kebenaran dan keadilan, saya hayati sebagai keterlibatan dalam perutusan Yesus "membebaskan orang tertidas."
Kini lewat keterlibatan dalam Credit Union, saya diberi kesempatan untuk secara khusus ikut Yesus "menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin dan memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
Dalam kotbah hari pertama Novena Roh Kudus yang bertemanya "Roh Kudus mendorong kita untuk meningkatkan kesejahteraan," saya sampaikan bahwa Allah tidak menghendaki umatnya miskin dan kere. Ketika membebaskan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir, Allah menjanjikan tanah yang berlimpah susu dan madu! (Kel 3:8) Tidakkah janji itu disampaikan kepada kita juga?
Ya, kini kita diingatkan lagi: Allah menghendaki umat-Nya – khususnya umat-Nya yang miskin – hidup sejahtera dan dalam kelimpahan (Yoh 10:10). Kini saatnya bagi kita untuk bersama-sama dengan Allah berusaha mewujudkan kehendak-Nya itu. Di sini kita juga dapat meresapkan kata-kata luhur dalam tradisi Islam, "Allah tidak akan mengubah nasib seseorang (suatu bangsa), ketika orang (bangsa) itu tidak berusaha mengubahnya."
Credit Union adalah salah satu usaha kita, bersama-sama dengan Allah, untuk mengubah nasib, mengupayakan agar kehendak Allah terlaksana, yakni supaya umat-Nya sejahtera.
Credit Union memang hanyalah satu usaha dan salah satu sarana. Tapi jangan anggap remeh usaha dan sarana ini. Pada berbagai kesempatan, saya sudah bercerita tentang pesatnya perkembangan CU di Kalimantan. Hingga akhir tahun lalu di sana sudah ada lebih dari 40 CU dengan total anggota lebih dari 400 ribu orang lebih (hampir sama dengan jumlah umat katolik KAJ (447 ribu orang – data 2004)). Aset yang mereka kumpulkan dari anggota mencapai 2 trilyun lebih; 1,7 trilyun lebih dipinjamkan kepada anggota sebagai modal untuk meningkatan kesejahteraan.
CU macam inilah yang sedang kita rintis lagi di Paroki Blok Q lewat CU Bererod Gratia (CUBG). Tujuannya, supaya kesejahteraan umat kita meningkat. Anda ingin tahu potensi kekuatan CUBG? Pada akhir Maret ini anggotanya 'baru' 2.284 orang, tapi telah berhasil mengumpulkan asset Rp 18,1 milyar; Rp 14,3 milyar di antaranya sudah dipinjam oleh anggota. Jumlah tersebut di atas jumlah APP KAJ yang 'hanya' Rp 8 milyar. Bayangkan berapa dana yang terkumpul dan dapat dimanfaatkan kalau semua orang Katolik KAJ menjadi anggota CU!
Sekarang, secara khusus saya ingin menyapa Saudara-saudari yang berkeyakinan iman bukan Kristen. Tadi saya sudah mencoba mencoba menjelaskan bagaimana kami menghayati usaha kami ber-CU dalam kerangkan iman Kristiani. Saya yakin Anda juga dapat melakukannya dalam kerangka iman Anda pula. Namun yang pasti, CU tetaplah wadah yang terbuka bagi siapa saja yang berkehendak baik dan ingin sejahtera. Dan lewat CU justru kita ingin kita menjalin persaudaraan lintas iman demi satu tujuan: kesejahteraan bersama.

Hidup Credit Union!

1 komentar:

Minggus mengatakan...

saya jemaat GKI Residen Sudirman Surabaya, sy mendengar pertama kali soal CU dari seorang teman di yogya. Membaca artikel ini, sy diingatkan u mpersiapkan masa depan dg bijak. Adakah CU di Surabaya yg bs dihub sehingga saya bs brgabung.

Thanks, MINGGUS